Rabu, 20 Juni 2012

Artikel Pendidikan :: Permasalahan Pendidikan Ekonomi di Indonesia ::

Pendidikan ekonomi di Indonesia masih memerlukan pembenahan baik dari sisi UU maupun pada tataran pelaksanaan di lapangan / di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun perguruan tinggi.  Jika pemerintah berkomitmen dengan masalah pendidikan , maka pendidikan harus mendapatkan prioritas dalam pembangunan  bangsa, karena pendidikan merupakan pembangunan fundamental untuk mengembangkan sumber daya manusia. Dimana sumber daya manusia ini merupakan sebagai salah satu tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Anggaran pendidikan memang besar ( 20 % )dari APBN dan tahun 2011 senilai Rp 50,3 trilliun. Angka ini turun bila dibandingkan dengan tahun 2010 senilai lebih Rp 60 trilliun (http://www.detiknews.com/read/2010/08/17/130915/1421878/10/m-nuh-anggaran-pendidikan-2011-tetap-20-dari-apbn ).

Artikel Pendidikan :: Ekonomi Pancasila ::

Menggugat Kurikulum Fakultas Ekonomi
ARTIKEL yang ditulis ekonom senior Dr Hartojo Wignjowijoto, "Pengajaran Ilmu Ekonomi di FE UGM Perparah Keterpurukan Ekonomi Indonesia", sungguh harus dijadikan bahan perdebatan (KR, 25/2/2004). Ada beberapa pokok pikiran yang dikemukakan dengan bahasa yang lugas. Pertama, pengajaran ilmu ekonomi di FE UGM (dan PT lainnya di tanah air) keliru. Ilmu yang diajarkan berpijak pada Teori Neoklasik yang mengabaikan tatanan sosial yang ada di masyarakat. Kedua, tidak ada dosen FE UGM yang memunculkan gagasan tentang adanya ketidakberesan dalam proses pengajaran ilmu ekonomi ini. Ketiga, kesalahan dalam pengajaran ini telah memperparah krisis ekonomi di tanah air. Hal ini dapat terjadi antara lain karena ada alumnus dan dosen FE UGM yang (dengan ilmu yang salah) terlibat langsung dalam pengelolaan kebijakan ekonomi nasional. Keempat, dosen-dosen di FE UGM terbelenggu oleh ilmu yang pernah dipelajarinya, dan tidak mampu melakukan penalaran atas kebenaran ilmunya untuk diterapkan di tanah air. Kelima, saran agar FE meluruskan pengajarannya ilmu ekonomi dengan berpijak pada kondisi riil masyarakat Indonesia.

Artikel Pendidikan :: Sistem Ekonomi Islam ::

Menuju Sistem Ekonomi Islam - Dunia telah mengalami polarisasi dari dua kekuatan sistem ekonomi, ditandai dengan adanya dua negara adidaya sebagai representasi dari dua sistem ekonomi tersebut, Amerika dan Sekutu Eropa Baratnya merupakan bagian kekuatan dari Sistem Ekonomi Kapitalis, sedangkan Sistem Ekonomi Sosialis diwakili oleh Uni Soviet dan Eropa Timur serta negara China dan Indochina seperti Vietnam dan Kamboja. Dua Sistem Ekonomi ini lahir dari dua muara Ideologi yang berbeda sehingga Persaingan dua Sistem Ekonomi tersebut, hakikatnya merupakan pertentangan dua ideologi politik dan pembangunan ekonomi. Posisi negara Muslim setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2 menjadi objek tarik menarik dua kekuatan ideologi tersebut, hal ini disebabkan tidak adanya Visi rekonstruksi pembangunan ekonomi yang dimiliki para pemimpin negara muslim dari sumber Islami orisinil pasca kemerdekaan sebagai akibat dari pengaruh penjajahan dan kolonialisme barat.